Advanced Search
Hits
6401
Tanggal Dimuat: 2011/09/15
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa kita harus mengerjakan salat?
Pertanyaan
Apabila Tuhan itu tidak membutuhkan lantas mengapa kita harus mengerjakan salat? Mengapa kita harus diazab lantaran kita tidak mengerjakan salat sementara kita tahu Tuhan tidak membutuhkan salat kita?
Jawaban Global

Allah Swt adalah Zat yang tidak membutuhkan secara absolut dan sama sekali tidak memiliki kekurangan, kelemahan dan kebutuhan pada entitas-Nya. Sebaliknya seluruh ciptaan dan makhluk membutuhkan Allah Swt. Dari sisi lain, Allah Swt adalah Mahapengasih dan Mahapemurah kepada seluruh hamba-Nya. Dia mencintai seluruh hamba-Nya. Dia menciptakan semesta dan segala karunia berikut pelbagai keindahannya bagi para hamba-Nya. Berdasarkan hal ini, seluruh perbuatan-Nya berpijak di atas hikmah. Di antara perbuatan-Nya adalah titah pengerjaan salat atau perbuatan-perbuatan lainnya yang berasaskan ada hikmah, kemaslahatan dan keuntungan bagi para hamba yang mengerjakan amalan-amalan dan perbuatan-perbuatan ini. Hikmah-hikmah seperti sampainya manusia kepada kesempurnaan, terjauhkannya manusia dari segala jenis keburukan dan kenistaan, mendekatnya manusia kepada Allah Swt dan lain sebagainya. [1]

Demikian juga, Allah Swt melarang manusia mengerjakan sebuah perbuatan dan mengingatkan para hamba-Nya supaya menjauhi perbuatan yang dilarang-Nya. Hal itu semata-mata karena kerugian dan keburukan yang terkandung di dalam perbuatan tersebut bagi para hamba. Dan boleh jadi tiada seorang pun yang mengetahui pelbagai kerugian dan keburukan dari sebuah perbuatan selain Allah Swt.

Di samping itu, seluruh azab dan hukuman yang dijanjikan pada hakikatnya merupakan konsekuensi dan hasil dari perbuatan haram itu sendiri atau karena meninggalkan perbuatan wajib yang dengan mengerjakan perbuatan haram atau meninggalkan perbuatan wajib akan dialami oleh manusia; sebagaimana seorang dokter yang melarang kita memakan makanan beracun dan berbahaya; karena memakan makanan seperti ini akan mengakibatkan pengaruh buruk pada badan manusia.

Alangkah indahnya al-Qur’an menarasikan hukuman-hukuman akhirat dan sebab-sebab universal pelbagai azab dengan satu pesan singkat dan padat, (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. [2]

Karena itu, hakikat dan fakta azab Ilahi adalah buah dari perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia sendiri. Dan supaya manusia mengetahui konsekuensi-konsekuensi segala perbuatannya dan supaya terdapat penekanan lebih terhadap tujuan-tujuan ini, maka Allah Swt mengungkapkan masalah-masalah seperti ini dalam untaian firman-Nya dalam al-Qur’an; karena boleh jadi orang-orang yang tidak terlalu menaruh harapan terhadap ganjaran (tsawâb) Ilahi setidaknya akan merasa takut dari azab kemudian memilih jalan yang mengandung kemaslahatan atau tidak mengerjakan perbuatan buruk.

Anggaplah hal ini laksana obat mujarab dan menyembuhkan bagi seorang pasien namun pasien tersebut menolak meminum obat tersebut. Meski pasien ini meminum obat tersebut atas permohonan ayahnya dan demi menghormati ayahnya kemudian merasakan pengaruh positif obat tersebut. Demikian juga apabila ia terpaksa meminum obat itu dengan harapan memperoleh hadiah dari ayahnya atau tidak mendapatkan hukuman darinya.

Karena itu, tujuan Allah Swt dari amalan-amalan ritual yang dikerjakan atau ditinggalkan manusia adalah demi kebaikan terhadap para hamba-Nya, bukan supaya Tuhan memperoleh keuntungan dari perbuatan-perbuatan para hamba-Nya. Karena secara umum kita ketahui bahwa Dia adalah Zat yang Mahakaya dan tidak membutuhkan kepada siapa dan apa pun.

Dari sisi lain, Allah Swt menganugerahkan segala karunia yang tak terhitung kepada manusia sehingga akal sehat menghukumi supaya kita berterima kasih dan menyampaikan ucapan puji syukur kepada yang memberikan segala karunia tersebut. Kalau kita ingin mencari obyek apresiasi dan kesyukuran itu maka salatlah merupakan salah satu bentuk manifestasi kesyukuran dan apresiasi kita kepada Allah Swt. Sedemikian sehingga orang yang meninggalkan salat maka sejatinya ia tengah membangkang satu tugas besar nuraninya dan dari sudut pandang akal ia adalah orang yang bersalah dan termasuk seorang pendosa sehingga layak untuk mendapatkan hukuman.

Apakah apabila seseorang yang mengajak Anda kepada sebuah perjamuan dan menjamu Anda, apakah ia memerlukan ucapan terima kasih dari Anda? Atau ucapan terima kasih merupakan tugas moral dan nurani Anda yang harus disampaikan kepadanya? Dan apabila orang lain mengetahui bahwa Anda tidak tahu berterima kasih atas perjamuan pemilik rumah apakah Anda akan tetap memiliki nilai dan martabat di hadapannya? Apakah kehinaan dan kerendahan di hadapan orang lain bukan merupakan azab yang terbesar bagi Anda? [IQuest]



[1] . Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Pertanyaan 7118 (Site: 7212), Indeks: Ibadah untuk Manusia atau Tuhan?  

[2] .  (Qs. Ali Imran [3]:182)

ذلِکَ بِما قَدَّمَتْ أَیْدیکُمْ وَ أَنَّ اللَّهَ لَیْسَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبیدِ.

 

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tolong jelaskan harta-harta yang wajib dan dianjurkan dikeluarkan zakatnya?
    6612 Zakat dan Sedekah
    Harta yang wajib dikenai zakat adalah 9 harta yang telah dikenal secara umum. 9 obyek harta yang disebutkan dalam risalah-risalah fikih adalah bersandar pada beberapa riwayat. Harta yang dianjurkan (mustahab) dikeluarkan zakatnya dengan syarat-syarat yang disebutkan dalam riwayat dan buku-buku fikih seperti kuda (betina), kacang, lentil (adas) ...
  • Dalam pandangan al-Qur’an, apakah seni patung dan lukis bermasalah secara syar’i atau tidak?
    48657 Hukum dan Yurisprudensi
    Dalam pandangan al-Qur’an dan literatur agama lainnya, seni yang konsekuen dan committed adalah seni yang memotivasi dan menggiring manusia kepada tauhid dan nilai-nilai menjulang kemanusiaan. Dengan menelaah sejarah kita jumpai bahwa seni patung dan lukis secara umum tidak dalam kerangka motivasi ini. Atas dasar itu, ...
  • Apakah al-Qur’an dan riwayat-riwayat menyodorkan kisah-kisah atau hal-hal yang bekenaan dengan Nabi Khidir?
    23670 Sejarah Para Pembesar
    Dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS..al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu dan pengetahuan khususnya.
  • Apakah yang dimaksud dengan ‘arsy dan kursi itu?
    11945 Tafsir
    Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis, para penafsir al-Quran memberikan beberapa  kemungkinan makna terhadap ‘arsy dan kursi. Sebagian mengatakan, ‘arsy dan kursi adalah satu sesuatu yang memiliki dua nama, keduanya merupakan makna kiasan yang muncul dari sebuah ...
  • Tolong sebutkan jenis-jenis kafir itu?
    8841 Teologi Lama
    Kafir secara umum terbagi menjadi dua bagian, kafir jurisprudensial (fiqhi) dan kafir teologis (kalami) yang masing-masing memiliki bagian-bagian tersendiri. Kafir jurisprudensial mencakup orang kafir asli, Ahlulkitab dan orang murtad. Ahlulkitab juga terbagi menjadi dua entah ia Ahlulkitab yang dalam kondisi berperang dengan umat Muslim (harbi) atau yang ...
  • Apa hubungan yang terjalin antara wilâyah fakih dan marjaiyyah?
    5791 ولایت فقیه و مرجعیت
    Marjaiyyah dalam kebudayaan Syiah berjalin berkelindan dengan urusan “pemberian fatwa” dan masalah wilâyah. Para marja agung, di samping bertugas membimbing masyarakat  terkait dengan hukum-hukum universal Ilahi, juga mengemban tugas, pada masalah-masalah partikular sosial, membina masyarakat. Terkadang juga menunaikan tugas peradilan.
  • Bagaimana cara yang terbaik menyatakan syukur kepada Allah Swt?
    25758 فضایل اخلاقی
    Menyatakan syukur dengan perbuatan[1] merupakan syukur sempurna dan yang terbaik dalam menyatakan syukur kepada Allah Swt. Syukur seperti ini merupakan hasil dari dua tingkatan syukur yang terbetik dalam hati dan terucap dalam lisan. Dengan kata lain, tatkala manusia, dengan perantara hatinya memahami kenikmatan sebuah ...
  • Apakah yang dimaksud dengan ibadah empat puluh hari? Dan apa pendapat Syiah mengenai masalah ini?
    8281 Serba-serbi
    Yang dimaksud dengan ibadah empat puluh hari dalam sair dan suluk irfani (pelancongan ruhani) adalah menjaga diri selama empat puluh hari, sedemikian sehingga dengan cara ini batin seseorang memiliki kesiapan yang diperlukan untuk memperoleh hikmah dan ilmu-ilmu Ilahi. Banyak dari kalangan para arif dan ulama ...
  • Apakah dalam Al-Quran juga diisyarahkan tentang lapisan-lapisan atmosfer?
    12210 آسمان و زمین
    Atmosfer dalam istilah ilmu geologi adalah lapisan gas di sekitar bola dunia. Atmosfer dari segi kegunaan dan fungsinya memiliki tujuh lapisan. Ada beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan bergunanya lapisan-lapisan gas atau atmosfer itu bagi kita. Misalnya Allah Swt berfirman: ﴿وَ جَعَلْنَا السَّماءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً ...
  • Apakah bekerja pada restoran-restoran yang menyediakan minuman keras atau babi itu haram? Demikian juga apakah bekerja pada yayasan-yayasan yang membantu Israel itu haram hukumnya?
    11833 Hukum dan Yurisprudensi
    Pemimpin Besar Revolusi Imam Khamenei dalam menjawab pertanyaan terkait dengan apakah bekerja pada pabrik pengalengan daging babi atau bekerja pada night club-night club atau pub-pub itu dibolehkan? Apakah hukumnya penghasilan yang mereka peroleh dari tempat-tempat seperti ini?menyatakan bahwa tidak dibenarkan bekerja dengan pekerjaan-pekerjaan haram ...

Populer Hits