Advanced Search
Hits
13749
Tanggal Dimuat: 2013/04/20
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana talak dapat terjadi?
Pertanyaan
Bagaimanakah talak dapat terjadi? Dan untuk bercerai, kata-kata apa yang harus diucapkan dan berapa kali harus diucapkan?
Jawaban Global
  1. Talak merupakan salah satu dari iqa’ (pelemparan sepihak) yaitu perkataan dan kemunculannya berasal dari satu pihak saja, yaitu pihak laki-laki, dan tidak membutuhkan kerelaan atau campur tangan perempuan. Oleh itu, laki-laki bisa menalak istrinya secara sepihak dengan syarat-syarat yang terpenuhi.[1]
  2. Talak harus dibacakan dengan formula (shighah) Arab yang benar, dan didengar oleh dua orang lelaki adil, dan jika suami itu sendiri yang membacakan shighah talak, sedangkan nama istrinya adalah Fatimah misalnya, maka ia harus mengatakan, زَوْجَتِى فٰاطِمَةُ طالِقٌ yaitu istriku Fatimah telah lepas dan bebas (ditalak), dan jika orang lain yang mewakilkan, maka wakil tersebut harus mengatakan
, زَوْجَةُ مُوكِّلى فٰاطِمَةُ طٰالِقٌ [2]
  1. Diantara hukum-hukum dan syarat-syarat talak, bisa disinggung sebagai berikut:
  1. Laki-laki yang menceraikan istrinya harus berakal, dan berdasarkan prinsip ihtiyâth wajib, ia juga harus telah baligh dan mentalak istrinya dengan kewenangan dan kehendaknya sendiri. Dan jika ia dipaksa untuk mentalak istrinya, maka talak ini menjadi batal.[3]
  2. Pemberi talak harus memiliki maksud untuk menalak, maka jika formula talak diucapkan dengan bergurau, maka talak menjadi tidak sah.[4]
  3. Perempuan saat ditalak, tidak berada dalam keadaan haid, kecuali dalam tiga keadaan berikut:
Pertama: suaminya tidak menyetubuhinya (dengan dukhul) setelah menikahinya,
Kedua: dalam keadaan mengandung, dan jika tidak ketahuan bahwa ia tengah mengandung dan suaminya mentalaknya dalam keadaan haid, setelah itu mengetahui ternyata ia mengandung, maka hal ini tidak menjadi masalah.
Ketga: laki-laki dikarenakan ketidakhadirannya tidak bisa atau sulit untuk mengetahui istrinya dalam keadaan bersih ataukah tidak.[5]
  1. Jika suami mentalak istrinya sebelum dukhul, maka separuh dari mahar yang telah ditentukan sebelumnya, harus dibayarkan kepadanya.[6] Dan wajar jika setelah dukhul, ia harus membayarkan seluruh maharnya.
  1. Ketika shighah talak dengan memperhatikan syarat-syaratnya telah diucapkan satu kali oleh suami, maka perceraian suami dan istri ini telah berlaku, dan tidak perlu untuk melakukan pengulangan formula. Tentunya jika formula diucapkan tiga kali dan setelah masing-masingnya terjadi rujuk, hal ini akan menjadi talak bain, dan memiliki hukum-hukum yang tersendiri, dimana untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam, Anda bisa merujuk ke indeks 27550 (Tiga Talak dalam Satu Pertemuan dan Talak Ba’in).
  2. Iddah talak dalam pernikahan permanen (daim) adalah: untuk bisa melangsungkan pernikahan baru, perempuan ini harus sejenak bersabar hingga dua kali melihat haid dan suci. Saat ia melihat haid ketiga, maka iddahnya telah selesai. Dan jika ia tidak haid, akan tetapi berada dalam usia yang biasanya para perempuan masih haid, maka setelah talak ia harus melewati masa iddahnya selama tiga bulan.[7] Dan iddah perempuan yang hamil adalah hingga lahir atau gugurnya janin yang dikandungnya.[8]
Namun dalam pernikahan sementara: (setelah selesainya masa atau diserahkannya waktu sisa dari suami) apabila ia haid, maka iddahnya seukuran dua haid sempurna, dan jika tidak haid, maka masa iddahnya adalah selama 45 hari.[9] [iQuest]
 
 

[1]. Diambil dari Indeks 8148.
[2]. Imam Khomeini, Taudhîh al-Masâil (Muhasy), Ibid, hal. 522, masalah 2508, penyusun: Bani Hasyimi Khomeini, Sayyid Muhammad Husain, Daftar Intisyarat Islami, Qom, cet. Kedelapan, 1424 H.
[3]. Ibid, hal. 517, Masalah 2498.
[4]. Ibid.
[5]. Ibid, hal. 518, Masalah 2500.
[6]. Najâh al-‘Ibâd (lil Imam al-Khomeini), hal. 378, Masalah 7.
[7]. Taudhîh al-Masâil Marâji’, Masalah 2511 dan 2512; dan Ayatullah Wahid, Taudhîh al-Masâil, Masalah 2575 dan 2576.
[8]. Ibid, Masalah 2514 dan Ayatullah Wahid, Taudhîh al-Masâil, Masalah 2578.
[9]. Ibid, Masalah 2515; Ayatullah Wahid, Taudhîh al-Masâil, masalah 2579, dan Daftar Ayatullah Khamenei, diadaptasi dari Indeks 2311.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Imam Shadiq As memiliki guru dari kalangan Ahlusunnah As?
    4858 Sejarah Kalam
    1.             Apa yang Anda kabarkan tidaklah demikian adanya; karena para Imam Maksum As memiliki seluruh ilmu[1] dan tidak perlu belajar ilmu-ilmu seperti ilmu hadis dari orang lain. Sebaliknya sebagian tokoh besar Ahlusunnah, baik secara langsung atau tidak langsung adalah murid-murid ...
  • Apa hukumnya menghadiahkan al-Qur’an kepada seorang Hindu yang familiar dan senang menelaah al-Quran?
    8954 Hukum dan Yurisprudensi
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apa makna kuniyah itu? Dan apa maksud Abu al-Qasim yang dijadikan sebagai kuniyah Rasulullah Saw?
    32043 Sejarah Para Pembesar
    Dalam kebudayaan Arab sejumlah nama-nama yang disertai dengan awalan abu (bagi kaum pria) dan umm (bagi kaum wanita) disebut sebagai kuniyah. Tradisi membuat nama dalam bentuk kuniyah (julukan) bagi orang-orang di kalangan suku-suku Arab adalah semacam bentuk pemuliaan dan penghormatan terhadap seseorang,[1] ...
  • Apakah kulit yang diimpor dari negara-negara non Muslim dapat dihukumi sebagai najis?
    2784 Bangkai
    Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan ini adalah sebagai berikut:[1] Apabila Anda ragu bahwa apakah sepasang sepatu itu kulit asli atau buatan, maka ia dihukumi suci. Dan apabila setelah mengetahui bahwa memang berbahan kulit asli lalu Anda ragu apakah hewan ini telah ...
  • Apakah pertanyaan yang paling penting pada hari Kiamat menurut keyakinan kaum Syiah adalah ihwal kecintaan dan wilâyah Ahlulbait?
    13664 Teologi Lama
    Ber-wilâyah dan mencintai Rasulullah Saw dan keluarga suci beliau, yang berdasarkan pada sumber ajaran Al-Qur'an dan wasiat-wasiat Rasulullah Saw, merupakan salah satu dasar keyakinan Syiah yang paling penting. Tidak seorang Syiah pun yang meragukan hal ini. Sekaitan dengan hal itu, kami berkeyakinan bahwa pada hari Kiamat kelak, sebagaimana masalah ...
  • Siapa Syits itu?
    7216 Sejarah Para Pembesar
    Syits merupakan salah satu dari anak-anak Adam As. Pasca terbunuhnya Habil oleh Qabil, Adam dan Hawa tidak memiliki anak selama masa lima tahun. Setelah itu, keduanya memiliki putra yang kemudian diberi nama “Syits.” Nabi Adam As bersabda tentangnya bahwa Syits adalah ]pengganti ...
  • Bagaimana peran dan kedudukan para mulla dalam sistem pemerintahan Islam Iran?
    10157 System
    Para mulla memainkan peran aktif dan konstruktif baik dalam kemenangan dan implementasi Republik Islam dan juga dalam perjalanannya menuju kesempurnaan dan kemajuan republik ini.Dalam struktur pemerintahan Republik Islam Iran peran dan kedudukan para mullah dapat diklasifikasi dalam tiga bagian:
  • Apakah Sunnah dapat menasakh al-Qur’an?
    28439 Ulumul Quran
    Terdapat beberapa pandangan sehubungan dengan nasakh al-Qur’an oleh sunnah mutawatir dan konsensus definitif (ijma’ qath’i). Sebagian berpendapat bahwa apabila terjadi kondisi seperti ini maka al-Qur’an dapat dinasakh oleh sunnah mutawatir. Namun yang masyhur di kalangan ulama, mereka menolak pendapat bahwa al-Qur’an dapat dinaskah oleh kabar tunggal (khabar ...
  • Tolong Anda jelaskan konsep Syafâ'at dalam Islam?
    6555 Teologi Lama
    "Syafâ'at" secara leksikal bermakna disertakannya sesuatu dengan yang lain. Secara teknikal kemasyarakatan (urfi) berarti seseorang yang berwibawa (memiliki pengaruh) ingin mengabaikan hukuman atas sebuah kejahatan atau ingin menambahkan pahala (upah atau ganjaran) atas perbuatan baik. Hal ini dilakukan karena kebesarannya. Barangkali sebab penggunaan redaksi syafâ'at dalam ...
  • Mengapa Allah Swt dalam ayat 38 surah al-Nahl berfirman, “kebanyakan manusia tiada mengetahui (tentang hari kiamat)?”
    7341 معاد و قیامت
    Para mufasir mengemukakan beberapa kemungkinan sehubungan dengan redaksi ayat, “kebanyakan manusia tiada mengetahui” yang disebutkan pada akhir ayat 38 surah al-Nahl. Kemungkinan ini didasarkan pada sebab turun ayat tentang pengingkaran seorang musyrik tentang hari kiamat. Apa yang bersifat umum di antara beberapa kemungkinan ini adalah ketidaktahuan sebagian ...

Populer Hits