Advanced Search
Hits
1463
Tanggal Dimuat: 2019/06/16
Ringkasan Pertanyaan
Bagaiman pendapat para filosof tentang salat?
Pertanyaan
Bagaiman pendapat para filosof tentang salat?
Jawaban Global
Filsafat adalah sebuah ilmu yang berkaitan dengan masalah-masalah umum dan universal tentang keberadaan[1] dan tidak memberi pandangan secara langsung terkait dengan masalah-masalah kecil tentangnya.
Tentu saja, masalah-masalah umum dan universal yang mengemuka dalam filsafat dapat diambil hukum tentang bagaimana pandangan filsafat terhadap salat.[2] Penjelasannya adalah bahwa dalam pandangan filsafat Islam dan Hikmah Muta’aliyah hanya dzat Tuhan saja yang merupakan wujud independen dan mandiri, sedangkan selain Tuhan, semua adalah fakir dan bergantung kepada-Nya.
Kebutuhan ini ada secara takwini dalam manusia namun Allah memberikan kehidupan manusia di dunia materi ini dengan dibekali dengan berbagai ikhtiar dan iradah. Dengan kata lain, Tuhan memberikan pelbagai fasilitas dan kemampuan kepada manusia.
Dengan memiliki berbagai ikhtiar dan kemampuan kadang kala menyebabkan sebagian besar manusia akan lalai dari kebutuhan takwini. Salat adalah sebagai langkah nyata untuk mengingatkan manusia dari kelalaian. Salat adalah bentuk harmonisasi antara sisi ikhtiar- lahir ruh dan sisi hakiki-batin ruh manusia.
Salat menyambungkan wujud manusia yang tidak ada apa-apanya dan wujud yang selalu membutuhkan sesuatu dengan sumber tiada terbatas. Manusia yang tidak melakukan salat seperti air genangan dalam lubang yang setelah beberapa lama akan mengeluarkan bau busuk dan tidak dapat digunakan lagi yang pada akhirnya akan lenyap. Namun orang-orang yang mendirikan salat laksana air sedikit tapi selalu bersambung dengan sumber mata air yang tidak terbatas; yaitu air yang selalu memiliki rasa enak, segar, lezat dan wangi.
Dari sisi lain, menurut pendapat filsafat, Allah adalah pemilik hukum secara mutlak. Semua maujud adalah kepunyaan-Nya, hukum Allah bersifat mutlak dan harus ditaati. Para filosof Ilahi berkeyakinan bahwa perintah dan perkataan Nabi Muhammad Saw dan para Imam As lebih kuat dari pada semua dalil, termasuk dalil akli sehingga wajib bagi manusia untuk mengikuti perkataan Nabi dan para Imam As.[iQuest]
 
 
 

[1] Silahkan lihat: Perbedaan antara filsafat, hikmah dan irfan, jawaban 9771
[2] Silahkan lihat: Kaitan antara agama dan filsafat, jawaban 24472
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa hukumnya jual-beli rumah tanpa sertifikat atau membangun-merenovasi rumah tanpa IMB pemerintah kota?
    6880 Menjalankan Peraturan
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Bagaimanapun memenuhi peraturan dan hukum yang berlaku di negara Islam adalah wajib dan tidak dibenarkan melanggar peraturan dan ketentuan tersebut. Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Tidak ...
  • Apa batasan ikhtiar dan kebebasan menurut Islam dan Syiah?
    10972 Teologi Lama
    Kebebasan memiliki makna dan batasan yang beragam dan berbeda-beda. Diantaranya:1.     Kebebasan bermakna kemandirian eksistensial terkait dengan wujud mutlak dan eksklusif pada Dzat Allah Swt yang sama sekali tidak memiliki batasan dan demarkasi.2.     Kebebasan bermakna ikhtiar ...
  • Jawaban apa yang harus kita berikan atas salam yang disampaikan oleh non-Muslim yang berkata, “Assalamu Alaikum?”
    11275 Hukum dan Yurisprudensi
    Salah satu masalah yang sangat mendapat anjuran dalam ajaran agama adalah saling memberikan salam di antara orang-orang beriman. Dari anjuran ini terdapat sebuah pengecualian yaitu memberikan salam kepada non-Muslim. Dalam buku-buku fikih, memberikan salam kepada non-Muslim dipandang makruh, “Dalam menjawab salam orang-orang kafir harus dijawab ...
  • Apa saja yang harus dilakukan untuk terbebas dari pelbagai cinta non-Ilahi dan cinta ekstrem?
    6648 Akhlak Praktis
    Manusia adalah makhluk sosial dan dalam kehidupannya memerlukan hubungan dan persahabatan dengan manusia lainnya. Namun dengan memilih sahabat yang pantas dan bersikap proporsional dalam mengekspresikan pelbagai kecintaan dan menjaga batasan-batasan serta hukum-hukum Ilahi serta menghindar dari sikap ekstrem, manusia dapat menyiapkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Apakah makan hingga kenyang akan menyebabkan penyakit kusta?
    5269 Dirayah al-Hadits
    Redaksi riwayat sebenarnya yang dikemukakan dalam pertanyaan adalah: «عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ (ع) قَالَ الْأَکْلُ عَلَى الشِّبَعِ یُورِثُ الْبَرَصَ» Diriwayatkan dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Makan dalam kondisi kenyang akan menimbulkan penyakit kusta.”[1] Sebagaimana yang Anda ...
  • Bagaimana kita menulis surat kepada Imam Zaman Ajf?
    6148 Akhlak Praktis
    Peran berhubungan dengan Imam Zaman Ajf dan bermohon kepadanya memiliki pengaruh konstruktif baik bagi mental dan spiritual seseorang. Permohonan ini boleh jadi berbentuk bisikan hati atau ucapan lisan dan bahkan tulisan. Menulis surat tertulis kepada Imam Zaman Ajf adalah salah jalan untuk menjalin hubungan dengannya. Pada masa-masa dihimpit kesulitan ...
  • Apa maksud Tuhan memiliki kehendak untuk memberi rahmat dan menyiksa manusia?
    12731 ثواب و عقاب
    Dalam banyak ayat-ayat Quran dijelaskan bahwa Allah Swt adalah sebab utama kemuliaan atau kehinaan hamba-Nya, kaya dan miskinnya manusia, siksa atau rahmat para hamba. Demikian juga banyak sekali ayat yang menjelaskan bahwa Dia adalah Zat yang menganugerahkan kemuliaan, rizki, kebahagiaan, rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan ikhlas.
  • Sampai manakah batasan kemampuan dan kekuasaan setan dan jin, serta sejauh mana mereka dapat mengganggu dan menggoda manusia?
    69909 Teologi Lama
    Redaksi setan dan jin dalam beberapa kesempatan disebutkan dalam al-Qur’an, bahkan terdapat surah dengan nama Jin. Setan adalah nama umum yang dinisbahkan kepada siapa saja yang telah tergelincir dari jalan yang benar, baik itu manusia atau selain dari kalalangan manusia. Iblis juga adalah nama khusus yang ...
  • Apa saja yang harus dilakukan untuk menghilangkan sifat tergesa-gesa?
    25530 Akhlak Teoritis
    “’Ajalah” dan terburu-buru merupakan hal yang dilarang dalam ajaran agama. Dan maksudnya adalah melakukan sebuah perbuatan dengan terburu-buru. Terdapat perbedaan antara ‘ajalah (terburu-buru) dan sur’at (mengerjakan tepat pada waktunya). Sur’at adalah ketika manusia telah menyiapkan pelbagai pendahuluan dan syarat-syarat yang diperlukan, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mengerjakan ...
  • Apakah berbicara di belakang seseorang yang tidak melakukan salat bisa dianggap sebagai ghibah? Dan apakah orang musyrik bisa dighibah?
    7963 بیشتر بدانیم
    Syaikh Anshari Rah dalam mendefinisikan ghibah berkata, “Dari kumpulan berita dan kalimat para fakih dalam mendefinisikan ghibah, bisa disimpulkan bahwa ghibah adalah berbicara di belakang orang dengan kalimat dimana pendengar ghibah tidak menyukai dan keberatan dengan kalimat tersebut.”[1] Ghibah merupakan dosa besar yang dilarang ...

Populer Hits