Hits
11229
Tanggal Dimuat: 2012/05/10
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana adab-adab memakai sepatu?
Pertanyaan
Tolong Anda jelaskan apakah dalam riwayat disebutkan tentang adab memakai sepatu?
Jawaban Global

Agama Islam merupakan agama paling akhir, palin sempurna dan paling inklusif di antara agama-agama samawi. Dalam hal ini, ajaran-ajaran Islam mencakup seluruh dimensi kehidupan personal dan sosial manusia pada setiap ruang dan waktu. Islam menjawab seluruh kebutuhan manusia di setiap ruang dan waktu.

Bagaimanapun, salah satu hal yang dijadikan Islam sebagai adab dan model adalah memakai sepatu yang apabila seseorang tidak berpegang pada adab ini termasuk salah satu jenis syak terhadap anugerah Ilahi. Adab-adab seperti memakai sepatu dengan baik, tidak memakai sepatu ketika berdiri dan lain sebagainya.

Jawaban Detil

Agama Islam merupakan agama paling akhir, palin sempurna dan paling inklusif di antara agama-agama samawi.[1] Dalam hal ini, ajaran-ajaran Islam mencakup seluruh dimensi kehidupan personal dan sosial manusia pada setiap ruang dan waktu. Islam adalah agama yang mampu menjawab seluruh kebutuhan manusia di setiap ruang dan waktu.

Masalah ini harus diperhatikan bahwa kita tidak boleh beranggapan karena Islam merupakan agama inklusif maka ia harus menentukan taklif dan tugas pada seluruh hal-hal yang partikular;[2] melainkan dengan mengajukan kriteria-kriteria dan pakem-pakem universal, dalil-dalil rasional dan tekstual,  pada sebagian hal-hal yang partikular dan topik-topik yang muncul pada setiap zaman dalam bentuk sebuah perkara baru,  maksudnya diserahkan kepada manusia untuk berpikir dan manusia harus berusaha dengan berijithad untuk memahami dengan baik dan benar kriteria-kriteria dan pakem-pakem, menemuka hukum-hukum dan instruksi-instruksi Ilahi.[3]

Namun agama Islam juga memasuki sebagian hal partikular dan menetapkan adab-adab dan model-model yang salah satunya adalah adab memakai sepatu yang mana apabila orang berpegang pada adab ini termasuk salah satu syukur nikmat.

Pembahasan adab menggunakan sepatu dapat dijelaskan secara ringkas sebagiamana berikut ini:

Pertama: Inti menggunakan sepatu: Menggunakan sepatu telah mendapat perhatian dalam Islam. Dalam hal ini Imam Baqir As bersabda, “Menggunakan Khuf (sejenis sepatu kulit yang ringan) akan menambah kekuatan mata.”[4] Juga Imam Shadiq As bersabda, “Senantiasa menggunakan sepatu Khuf akan menjauhkan orang dari terjangkiti penyakit lepra.”[5] Khuf secara leksikal bermakna segala sepatu jenis yang menutupi dua kaki; baik dia terbuat dari kulit maupun selainnya;[6] sebagai lawan dari na’lain[7] yang menutupi seluruh kaki dan disebutkan bahwa khuf lebih besar dari na’l.[8]

Kedua: Pentingnya sepatu yang baik: Dalam hal ini Imam Ali As bersabda pada sebuah pertemuan kepada para sahabatnya, “Sepatu yang baik penjaga badan dan menolong salat dan kebersihan.”[9]

Ketiga: Ciri-ciri sepatu baik: Imam Ali As melarang orang memakai sepatu yang tidak begitu kuat.[10] Imam Shadiq As dalam sebuah riwayat tidak memandang baik orang mengenakan sepatu hitam dan menganjurkan supaya orang-orang mengenakan sepatu kuning[11] dan putih karena menggunakan kedua sepatu tersebut memiliki pahala.[12]

Keempat: Adab dan cara memakai sepatu: Dalam beberapa hadis dijelaskan tentang adab dan cara memakai sepatu yang akan disinggung beberapa darinya sebagaimana berikut ini:

  1. Memakai sepatu dalam kondisi baik.[13]
  2. Tidak memakai sepatu dalam keadaan berdiri.[14]
  3. Tidak berjalan dengan menggunakan satu sepatu.[15]
  4. Dalam memakai sepatu yang didahulukan adalah kaki kanan dan ketika mengeluarkannya yang didahulukan adalah kaki kiri.[16]
  5. Membaca doa sebagai berikut tatkala memakai sepatu:

«بِسمِ الله، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ وَطِّئْ قَدَمَيَّ فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ ثَبِّتْهُمَا عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيهِ الْأَقْدَام»‏

Dengan Nama Allah. Ya Allah! Sampaikan salawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad. Serasikanlah kedua kaki di dunia dan di akhirat dan tidak tergelincir tatkala melangkah dan tetap pada jalan yang lurus.

Dan tatkala mengeluarkan sepatu membaca doa sebagai berikut:

«اَلحَمدُ لِلّهِ الَّذِی رَزَقَنِی مَا اَوقِی بِهِ قَدَمَی مِنَ الاَذَی، أللّهُمَّ ثَبِّتهُمَا عَلَی صِرَاطِکَ المُستَقِیمِ، یَومَ تَزِلُّ فِیهِ الأقدَامِ، وَ لا تَزِلُّهُمَا عَنِ الصِّرَاطِ المُسَوّی»

Puji syukur kepada Allah Swt yang telah menganugerahkan sepatu supaya saya menjaga kakiku supaya tidak terluka. Tuhanku! Hari tatkala kaki-kaki tergelincir tetapkanlah kedua kakiku di jalan yang lurus dan tidak tergoncang dari jalan yang lurus.[17] [iQuest]

 


[1]. Silahkan lihat indeks-indeks terkait, Dalil-dalil Kebenaran Islam, Pertanyaan 275 (Site: 73); Islam dan Rasionalitas, Pertanyaan 50 (Site: 286)  

[2]. Silahkan lihat Murtadha Muthahhari, Majmue-ye Âtsâr, jil. 21, hal. 193-195, Intisyarat-e Shadra, Cetakan Pertama, Qum, Tanpa Tahun.

[3].  Silahkan lihat beberapa indeks terkait, “Al-Qur’an dan Ijtihad,” Pertanyaan 66 (Site: 307); “Sebab Tiadanya Penjelasan atas Beberapa Persoalan dalam Agama,” Pertanyaan 6362 (Site: 6545).

[4]. Muhammad bin Ali Syaikh Shaduq, Tsawâb al-A’mâl wa ‘Iqâb al-A’mal, hal. 25, Dar al-Syarif al-Radhi linnasyr, Qum, Cetakan Kedua, 1406 H.  

[5]. Ibid.

[6]. Fakhruddin Tharihi, Majma’ al-Bahrain, jil. 5, hal. 49, Kitabpurusyi Murtadhawi, Teheran, Cetakan Ketiga, 1375 S.  

[7]. Yang dalam kamus disebut sebagai Na’l dan Hidza; Ismail bin Hamad Jauhari, al-Shihah – Taj al-Lughah wa Shihah al-‘Arabiyah, Riset dan Koreksi: Ahmad Abdulghafur ‘Atthar, jil. 5, hal. 1831, Dar al-‘Ilm lil Malayiin, Beirut, Cetakan Pertama, 1410 H.  

[8].  Ahmad bin Faris bin Zakariyyah Abu al-Hasan, Mu’jam Maqâyiis al-Lugha, Riset dan Koreksi: Abdussalam Muhammad Harun, jil. 2, hal. 154, Intisyarat-e Daftar Tablighat-e Islami, Qum, Cetakan Pertama, 1404 H.

[9]. Muhammad bin Ya’qub Kulaini, al-Kafi, Riset dan Koreksi: Muhammad, Akhundi, Ali Akbar Ghaffari, jil. 2, hal. 462, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1407 H.

[10]. Ibid, jil. 6, hal. 463.  

[11]. Tsawâb al-A’mâl wa ‘Iqâb al-A’mal, hal. 24 & 25.  

[12]. Ibid, hal. 24.  

[13]. Muhammad bin Ali Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, Riset dan Koreksi oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 3, hal. 555, Daftar-e Intisyarat-e Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1413 H.  

[14]. Muhammad bin Ali Syaikh Shaduq, al-Khishâl, Riset dan Koreksi oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 2, hal. 521, Instiyarat-e Jami’ah Mudarrisin, Qum, Cetakan Pertama.  

[15]. Al-Kâfi, jil. 6, hal. 534.  

[16]. Fadhl bin Hasan Thabarsi, al-Âdâb al-Diniyyah lil Khazanah al-Mu’iniyyah, terjemahan Ahmad Abdi, hal. 60, Nasyr Zair, Qum, Cetakan Pertama, 1380 S.  

[17]. s

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Sejak kapan haram (makam suci) Sayidah Maksumah dibangun?
    5423 زیارت قبور و بنای مراقد 2012/08/22
    Sayidah Maksumah As adalah putri Imam Ketujuh Syiah, Imam Musa bin Ja'far As dan ibunya adalah Najmah Khatun As. Beliau lahir pada tanggal 1 bulan Dzulqa'dah tahun 173 H di kota Madinah Munawarah. Pada tahun 200 H, disebabkan oleh ancaman-ancaman dan tekanan Khalifah Makmun Abbasi, ...
  • Apa yang menjadi falsafah diharuskannya hijab? Mengapa Islam membatasi hanya pada wanita saja?
    10433 Filsafat Hukum 2010/10/03
    Pria dan wanita dari pelbagai sisi seperti penciptaan dari esensi dan zat adalah sama. Pemanfaatan hak-hak sosial seperti menuntut ilmu, kebebasan menulis dan berekspresi adalah sebanding kedudukannya antara pria dan wanita. Akan tetapi dari sisi fisik dan mental terdapat banyak perbedaan di antara keduanya ...
  • Apakah Islam memiliki pandangan tentang bacaan dengan cepat? Tolong Anda jawab apakah Islam juga menyetujui bacaan dengan cepat?
    3823 Pertanyaan Serba-serbi 2012/02/14
    Membaca dengan cepat atau lambat sepenuhnya bergantung pada setiap orang yang membaca. Dalam ajaran-ajaran agama tidak disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini. Adapun yang berkaitan dengan bacaan al-Qur’an disebutkan bahwa bacalah al-Qur’an dengan jelas dan tartil, “Wa Rattil al-Qur’an tartila” (Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan, Qs. Al-Muzammil ...
  • Apa yang menjadi syarat-syarat Islam dan Iman?
    29222 Hukum dan Yurisprudensi 2009/12/20
    Iman dan Islam memiliki tingkatan dan derajat. Derajat pertama yaitu derajat Islam dimana setiap orang dengan mengucapkan dua kalimat syahadat "Asyhadu an laa ilaha illaLah wa asyahdu anna muhammadan Rasululullah." (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah) maka ia termasuk sebagai seorang ...
  • Apakah wanita yang datang bulan (haid) pada masa haidnya dapat sujud dan berdzikir?
    305 Haid dan Nifas 2019/06/12
    Wanita haid dapat melakukan sujud dan mengucapkan dzikir. Dan bahkan dianjurkan (mustahab) wanita haid pada waktu salat membersihkan darahnya dan mengganti pembalut dan kapasnya kemudian berwudhu, apabila ia tidak mampu berwudhu maka ia dapat bertayammum lalu duduk menghadap kiblat di tempat salatnya dan mulai berdzikir, doa dan ...
  • Apakah taklid tidak bertentangan dengan pesan Kitab Suci, “Tiada paksaan dalam beragama?” Mengapa Imam Ali As mencela perbedaan dalam fatwa?
    5237 Filsafat Hukum 2010/11/08
    Kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan untuk sampai pada tingkatan keilmuan sehingga ia mampu memanfaatkan sumber-sumber utama (Al-Qur’an dan Sunnah) meski dengan belajar, meneliti dan melakukan jihad ilmu apatah lagi tanpa belajar, meneliti dan melakukan jihad ilmu untuk menjalankan hukum-hukum Ilahi dan menunaikan taklifnya. Lantaran ...
  • Apakah Wali faqih itu lebih utama dibandingkan malaikat?
    5609 System 2009/10/17
    Wilâyatul Faqih(pemerintahan juris) pada masa gaib seperti sekarang ini, merupakan perpanjangan Wilâyah Nabi Muhammad Saw dan para Imam maksum As. Dengan kata lain bahwa Wilâyatul Faqihitu diambil dan bersumber dari Wilâyah Nabi Saw dan wilâyah para Imam maksum As. Seorang Wali Faqih memiliki wewenang yang sama di ...
  • Apa makna makar Tuhan yang disebutkan dalam al-Qur'an?
    14511 Tafsir 2009/02/22
    "Makar" bermakna pengaturan (perencanaan) dan pencarian alternatif dalam perbuatan-perbuatan baik atau buruk. Dan atas alasan ini penggunaan redaksi ini dalam al-Qur'an disebutkan beserta ajektif (sifat) "as-sayyi’u."Makar Ilahi: Terdapat banyak ayat yang menyandarkan "makar" kepada Tuhan dan maksud ayat-ayat tersebut adalah pengaturan universal Ilahi. ...
  • Apa signifikansi, pengaruh shalat malam, hukum nawafil yang telah lewat waktunya dan qadhanya?
    6940 Hukum dan Yurisprudensi 2010/12/11
    Di antara shalat-shalat mustahab (yang dianjurkan) yang ditekankan dalam al-Qur’an dan riwayat adalah shalat-shalat nawafil malam khususnya nafilah malam. Imam Shadiq As terkait dengan pengaruh shalat malam bersabda, “Shalat malam akan mengindahkan wajah, mengelokkan perilaku, menyucikan rezeki, membayarkan utang, menyingkirkan kesedihan, mencerahkan pandangan. Hendaklah kalian menunaikan ...
  • Apa yang dimaksud dengan menegakkan (iqâmah) salat?
    9982 Salat 2012/05/30
    Dalam al-Quran, mengerjakan atau menunaikan salat dijelaskan dalam beragam frase seperti qadhâ, qiyâm, ityân dan iqâmah yang dengan memperhatikan terhadap pelbagai penafsiran atas ayat-ayat, iqâmah (menegakkan) salat memiliki makna yang lebih tinggi dari sekedar mengerjakan salat. Iqâmah al-shalât (menegakkan salat) berarti menghidupkan, menjaga, memberikan nilai dan kemuliaan ...

Populer Hits