Hits
287
Tanggal Dimuat: 2013/03/18
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa Imam Ali tidak memberlakukan qisas kepada para pembunuh Usman?
Pertanyaan
Assalamu Alaikum! Mengapa Imam Ali tidak memberlakukan qisas kepada para pembunuh Usman?
Jawaban Global
  1. Usman tidak dibunuh oleh satu orang sehingga harus diberlakukan qisas bagi pembunuhnya oleh khalifah yang berkuasa ketika itu. Pembunuhan Usman disebabkan oleh revolusi dari kalangan umat yang berujung pada kematian Usman; karena itu Imam Ali As tidak dapat menghukum ribuan orang dengan tuduhan melakukan revolusi dimana Usman sendiri perannya tidak dapat dinafikan dalam membuat umat melakukan revousi.
  2. Dalam menyokong masalah ini disebutkan dalam buku Waqiah al-Shiffin disebutkan bahwa Abu Imamah Bahili dan Abu Darra yang tengah menghadap Muawiyah (di Damaskus). Katanya, “Wahai Muawiyah! Atas dasar apa engkau berperang melawan orang ini (Imam Ali)? Demi Allah dia lebih dahulu menerima Islam ketimbang dirimu dan lebih pantas dalam urusan pemerintahan dan lebih dekat kepada Rasulullah Saw. Apa alasannya engkau berperang melawannya?” Muawiyah berkata, “Saya berperang dengannya untuk menuntut darah Usman; karena ia memberikan perlindungan kepada para pembunuh Usman. Katakan kepadanya biarkankan kami menindak para pembunuh Usman dan tunjukkan kepada kami. Dengan demikian saya adalah orang pertama di Damaskus yang akan berbaiat kepadanya. Kemudian mereka pergi menemui Imam Ali As dan memberi tahu apa yang disampaikan Muawiyah. Ali As berkata, “(Apabila kalian ingin mencari para pembunuh Usman) mereka orangnya yang kalian lihat. Terdapat dua puluh ribu orang bahkan lebih yang mengenakan baju perang sedemikian banyak sehingga mereka tidak lagi terlihat kecuali mata-mata mereka. Di situlah mereka berkata, “Kami semua adalah pembunuh Usman. Apabila kalian ingin memberlakukan qisas kepada kami maka qisaslah kami semua. Kemudian Abu Amamah dan Abu Darda kembali dan mereka keduanya tidak pernah terlibat dalam peperangan mana pun. Kejadian ini terjadi pada bulan Rajab.[1]
  3. Pertanyaan ini juga dapat dikemukakan bahwa apabila Muawiyah benar-benar ingin membela orang yang tertindas; mengapa ia tidak menuntut darah Hamzah? Bukankah ia dan ayahnya turut campur dalam masalah ini? Dan tidak lain keinginannya untuk menuntut darah pembunuhan Usman kecuali untuk tujuan politiknya.[iQuest]
  
 
 

[1] Al-Minqari, Nasr bin Muzahim, Waqiat Shiffin, hlm. 191, riset oleh Abdusalam Harun, Kairo, Muassasah al-Arabiyah al-Haditsiyah, Cet. II, Qum, Mansyurat Maktabah al-Mar’asyi al-Najafi, 1404 H.
«قال و خرج أبو أمامة الباهلي و أبو الدرداء فدخلا على معاوية و كانا معه فقالا يا معاوية علام تقاتل هذا الرجل فو الله لهو أقدم منك سلما و أحق بهذا الأمر منك و أقرب من النبي ص فعلام تقاتله فقال أقاتله على دم عثمان و أنه آوى قتلته فقولوا له فليقدنا من قتلته فأنا أول من بايعه من أهل الشام فانطلقوا إلى علي فأخبروه بقول معاوية فقال هم الذين ترون فخرج عشرون ألفا أو أكثر مسربلين في الحديد لا يرى منهم إلا الحدق فقالوا كلنا قتله فإن شاءوا فليروموا ذلك منا فرجع أبو أمامة و أبو الدرداء فلم يشهدا شيئا من القتال حتى إذا كان رجب»
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits