Advanced Search
Hits
6398
Tanggal Dimuat: 2009/07/05
Ringkasan Pertanyaan
Yang manakah yang dimaksud dengan silsilah tingkatan sistem nilai Islam?
Pertanyaan
Yang manakah yang dimaksud dengan silsilah tingkatan sistem nilai Islam?
Jawaban Global

Sistem merupakan sekumpulan bagian yang saling bertautan satu sama lain yang seiring sejalan untuk mencapai satu tujuan atau beberapa tujuan tertentu. Sistem-sistem politik, perekonomian dan lain sebagainya merupakan sekumpulan tindakan ikhtiari manusia yang berpijak di atas fondasi-fondasi filosofis dan pandangan dunia tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.[1]

Karena itu yang dimaksud dengan “sistem tata nilai Islam” adalah sekumpulan yang saling bertautan dan berkoordinasi dari pelbagai perangkat pandangan, kecendrungan dan tindakan (di antaranya adalah sistem must dan must not) yang kesemuanya menyasar pada satu tujuan tertentu.[2]

Sistem tata nilai disebut pada sekumpulan yang tertata dan apik nilai-nilai Islam dalam pelbagai bidang yang beragam. Sebagai contoh disebutkan, “Bekerja dalam sistem nilai Islam” atau “Peradilan dalam sistem nilai Islam” atau “Jihad dalam sistem nilai Islam, “Pernikahan dalam sistem nilai Islam,” dan seterusnya.

Islam memiliki sekeumpulan besar sistem-sistem. Sistem keyakinan, sistem sosial, sistem keluarga, sistem perekonomian, sistem politik, sistem peradilan dan lain sebagianya.

Dalam sistem-sistem ini dibahas tentang nilai-nilai, prioritas-prioritas dan agenda-agenda Islam dalam lingkungan keluarga, perekonomian, politik dan peradilan. Namun masing-masing dari urusan ini seperti keluarga atau bagian-bagian dari keluarga seperti, pernikahan memiliki kedudukan khusus dalam sistem tata-nilai Islam. Sistem tata-nilai Islam merupakan sekumpulan nilai-nilai Islam yang membahas pelbagai sistem-sistem yang ada.

Dalam sistem tata nilai ini, kita memiliki beragam unsur yang terkadang memiliki nilai signifikansi khusus. Dengan memperhatikan adanya perbedaan kriteria di antara nilai-nilai dan syarat-syarat yang ada,[3] serta keluasan sistem nilai Islam dan keragaman nilai-nilai, penjelasan silsilah tingkatan sistem yang sangat luas ini merupakan suatu hal yang sangat sukar untuk tidak mengatakannya mustahil.

Namun tentu saja, sebagian dari nilai-nilai ini berada pada tingkatan tertinggi. Boleh jadi dapat dikatakan bahwa tauhid (kontra syirik) dalam sistem ini berada pada tingkatan pertama; karena tanpa tauhid, asas agama dan asas Islam tidak akan pernah dapat terbangun.[4] Terkadang sejumlah nilai-nilai pada kondisi tertentu memiliki signifikansi yang tinggi. Misalnya “jihad” yang merupakan salah satu dari nilai ini. Tatkala pokok agama dan mazhab berada di ambang bahaya, maka sebaik-baik nilai bagi seluruh tingkatan masyarakat adalah jihad. Setelah berlangsug dan tegaknya pemerintahan adil, dari sisi agenda-agenda sosial Islam, sebaik-baik nilai adalah mengimplementasikan keadilan sosial.[5] Terkadang sebagian urusan nilai disimpulkan dari instruksi-instruksi Islam. Pembahasan keunggulan nilai berkata benar dan keadilan, lebih unggul dari penghormatan terhadap kedua orang tua dan kerabat dekat.[6] [iQuest]

Untuk telaah lebih jauh kami persilahkan Anda untuk merujuk pada beberapa literatur berikut ini:

  1. Sistem Akhlaqi Islam, Ayatullah Ja’far Subhani
  2. Maktab wa Nizham Iqtishadi Islam, Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani, Bakhsy Awwal (Nazhariyyah Mudawwan dar Islam).

 


[1]. Sayid Abbas Musawiyan, Kulliyat Nizham Iqtishadi Islam, hal. 11, Dar al-Tsaqalain, Qum, 1379 S.

[2]. Majallah Ma’rifat, No. 33, Maqala Ahamiyyat wa Arzesy Tahqiq dar Zamine Mudiriyat-e Islam.

[3]. Dalam hal ini silahkan lihat Pertanyaan 5210 (Site: 5538).

[4].  Allah Swt pada surah al-Nisa, ayat 48 berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah melakukan dosa yang besar.”

[5].  “Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka kitab samawi dan neraca (pemisah yang hak dan yang batil dan hukum yang adil) supaya manusia bertindak adil. Dan Kami menciptakan besi. Pada besi ini terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka memanfaatkannya) dan (juga) supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) dan para rasul-Nya padahal ia tidak melihat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al-Hadid [57]:25)

[6]. “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau kedua orang tua dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih utama untuk membela kedua orang itu (orang kaya dan orang miskin). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Nisa [4]:135)

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tanpa disengaja saya telah menyebabkan jatuhnya kehormatan seseorang dari keluargaku. Apa yang harus saya lakukan supaya Allah Swt mengampuni dosa yang saya lakukan?
    3685 Akhlak Praktis 2012/09/08
    Pertama, kami pandang perlu mengingatkan poin ini bahwa dalam ajaran-ajaran agama kita disebutkan melanggar hak manusia (haqqunnas) merupakan salah satu dosa besar yang pengampunannya hanya dapat diperoleh dengan meminta kerelaan dan keridhaan orang-orang yang telah dilanggar haknya; artinya apabila manusia melanggar hak seorang beriman (Mukmin); sebagai contoh ...
  • Mengapa Salat dipandang sebagai kunci surga?
    12611 Akhlak Teoritis 2012/02/15
    Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan mengenal Allah Swt. Manusia hanya dalam rel penghambaan kepada Allah Swt akan mencapai kesempurnaan dan makam qurb Ilahi di sisi-Nya. Salat merupakan sebaik-baik bentuk mengekspresikan penghambaan dan kehambaan kepada Sang Pencipta. Menunaikan ...
  • Apakah menurut syar’i selain pada masa haid terdapat larangan dalam berhubungan suami istri?
    4561 Waktu dan Tempat Bersenggama 2015/04/18
    Bersenggama atau menggauli istri pada selain hari-hari haidh, nifas dan ketika kondisi ihram serta puasa atau hal-hal sekunder lainnya tidak diharamkan. Bersenggama pada bulan-bulan Muharam dan Safar serta hari-hari kesyahidan dan duka tidak memiliki keharaman syar’i. Tidak melakukan hubungan suami istri pada hari-hari seperti ini adalah sejenis ...
  • Apa yang harus dilakukan dan berdayaguna sehingga kita dapat menyatukan ilmu dan amal?
    10317 Akhlak Praktis 2009/12/12
    Prinsip-prinsip Islam menegaskan bahwa ilmu dan pengetahuan akan bermakna dan bermanfaat tatkala disertai dengan amal kebaikan. Namun demikian kita menyaksikan bahwa sebagian orang berilmu memandang enteng dalam mengerjakan amal saleh. Boleh jadi hal ini bersumber dari pelbagai dalil. Di antara ...
  • Ada sebuah hadis yang berbunyi bahwa Rasulullah Saw telah memenggal kepala setan. Seberapa terpercayakah hadis ini? Lalu bagaimana dengan waswas setan?
    8399 ابلیس و شیطان 2013/11/25
    Apa yang disinggung dalam pertanyaan di atas adalah apa yang pernah dinukil pada beberapa literatur hadis kita, yang merupakan tafsiran dari ayat “yaum ma’lum” (hari yang telah ditentukan). Penjelasannya begini: Dari al-Quran dapat dipahami bahwa setan pernah diusir dari sisi Allah Swt. Lalu setan meminta tenggang waktu ...
  • Tolong Anda jelaskan signifikansi wilâyah fakih dalam fikih politik?
    5865 System 2010/11/11
    Dalam pandangan Syiah, wilâyah fakih pada masa ghaibat (okultasi) merupakan pemegang tongkat estafet dan perpanjangan tangan wilâyah para Imam Maksum As sebagaimana wilâyah mereka merupakan perpanjangan tangan wilâyah Rasulullah Saw. Pada jajaran puncak piramida masyarakat Islam dan pada tataran pengaturan masalah makro ...
  • Bagaimana penjelasan keadilan Ilahi dengan adanya penderitaan yang dialami hewan-hewan?
    4624 Teologi Lama 2014/04/14
    Ada anggapan bahwa sebagaimana hewan-hewan tidak memiliki kekuatan berfikir dan berargumen, maka dari itu kebanyakan dari rasa sakit dan penderitaan yang mungkin dialami oleh mereka. Anggapan ini tentu saja tidak sesuai kenyataan. Namun demikian tidak berarti mereka sama sekali tidak memiliki rasa sakit dan penderitaan, pada batasan ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    235323 پیامبران و کتابهای آسمانی 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apakahmanusiadapatmengatur (tasharruf) alampenciptaansebagaimanapara Imam Maksum As?
    5629 Irfan Teoritis 2011/01/16
    Di antaraseluruhentitasdanmakhluk di alamsemestamanusiamemilikikedudukandanposisiunggulsedemikiansehinggaapabilaiamembinaseluruhpotensidanfakultaspotensialnyakemudianmengaktualisasikannya – yang hanyadapatdiraihdengankedekatan (qurb) kepada Allah Swtdenganmematuhisegalaperintah-Nya –makaiaakansampaikepadamaqamwilâyahdandapatmengaturalampenciptaanseukurandenganusahadanupayanyayang dilakukanselamaini. Atasdasaritu, Imam HasanMujtaba As bersabda, “Barangsiapa yang telahmenjadihambaTuhanmakaTuhanakanmenjadikansegalasesuatunya di bawahtitahdanmenghambakepadanya.” ...
  • Mengapa Imam Zaman tidak dilahirkan saja ketika ia harus muncul?
    7233 Teologi Lama 2010/03/10
    Pertanyaan ini mungkin dapat dijawab dengan menjelaskan filsafat kegaiban, masalah penantian (intizhâr), pengaruh dan keberkahan yang dapat diraup atas keberadaan Imam Zaman Ajf pada masa kegaiban. Disebutkan bahwa falsafah kegaiban Imam Zaman Ajf tujuannya adalah supaya tiada satu pun baiat yang menggelayut di pundak Imam ...

Populer Hits