Advanced Search
Hits
1334
Tanggal Dimuat: 2013/07/11
Ringkasan Pertanyaan
Apakah salat-salat harian itu dapat dikerjakan dua kali?
Pertanyaan
Apakah salat-salat harian itu dapat dikerjakan dua kali?
Jawaban Global
Setelah salat dikerjakan dengan benar dan sah tidak haram mengerjakannya dua kali namun tidak memiliki alasan yang dapat diterima syariat lain halnya kalau dimungkinkan terdapat kekurangan dalam salat atau salatnya tadinya dikerjakan sendirian lalu ingin mengerjakannya secara berjamaah dimana dalam hal ini tidak ada masalah mengerjakannya.
 
Beberapa Lampiran:
Jawaban beberapa Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan ini adalah sebagai berikut:[1]
Ayatullah Agung Imam Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Setelah salat dikerjakan dengan sah maka tidak ada alasan yang dapat diterima secara syariat untuk mengerjakan untuk kedua kalinya. Lain halnya kalau salatnya tadinya dikerjakan sendirian lalu mengulangi mengerjakannya secara berjamaah.
 
Ayatullah Agung Makarim Syirazi  (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Apabila nampaknya salatnya tidak terdapat kekurangan maka tidak perlu diulangi dan silahkan membaca dzikir-dzikir usai salat untuk menutupi kekurangan yang ada.
 
Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Dapat dikerjakan namun tidak lagi ada pengaruhnya.
 
Ayatullah Agung Nuri Hamadani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Tidak ada masalah dengan niat harapan untuk memperoleh yang ideal.
 
Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
Tidak ada halangan sekiranya dimungkinkan terdapat kekurangan dalam salat atau salat tadinya dikerjakan sendirian lalu ingin mengerjakannya secara berjamaah baik menjadi imam atau makmum.
 
Ayatullah Hadawi Tehrani (Semoga Allah Swt Melanggengkan Keberkahannya):
Tidak ada masalah apabila salatnya tadinya dikerjakan sendirian dan ingin mengerjakannya secara berjamaah demikian juga apabila dimungkinkan salat yang dikerjakan itu batal. Ia dapat mengulangi mengerjakan salat.
 
 

[1] Pertanyaan ini diajukan oleh Site Islam Quest ke beberapa kantor marja agung: Ayatullah Khamenei, Ayatullah Siistani, Ayatullah Makarim Syirazi, Ayatullah Nuri Hamadani, Ayatullah Shafi Gulpaigani.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang dimaksud dengan raj'at? Siapa saja orang yang dapat melakukan raj'at? Kapan raj'at ini terjadi?
    9189 Teologi Lama
    Raj'at merupakan salah satu keyakinan yang dianut oleh Syiah Imamiyah. Raj'at bermakna kembali ke dunia setelah kematian yang terjadi sebelum akhirat dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama setelah munculnya Imam Mahdi As dan sebelum syahadahnya dan digelarnya hari Kiamat.Raj'at tidak bersifat umum melainkan terkhusus ...
  • Untuk tujuan apa Tuhan menciptakan manusia?
    24836 Teologi Lama
    Tuhan adalah Dzat yang Maha Sempurna Mutlak. Sama sekali suci dari semua kekurangan dan kecacatan. Ia Maha Kaya dan Sumber dari semua Wujud di alam semesta ini. Ia tak Membutuhkan apapun selainnya, makhluk-makhluk-Nyalah yang butuh dan berhajat kepada-Nya. Di sisi lain, dalam kesempurnaan-Nya Allah adalah ...
  • hakikat dosa itu? Apa pengaruhnya terhadap ruh dan jiwa manusia?
    31476 Akhlak Praktis
    Jawaban atas pertanyaan di atas terdiri dari 4 bagian:1.     Hakikat dosa: Dosa dalam bahasa Arab disebut dengan itsm dan ‘ishyaan.  Dosa dengan pengertian ini memiliki makna berpaling dari perintah tuan, melakukan ...
  • Apakah dibolehkan melakukan tawassul dan doa bagi seorang non-mahram yang ingin dinikahi?
    4856 Hukum dan Yurisprudensi
    Harapan dan kecintaan kepada seseorang dari lawan jenis dengan maksud menikah dengannya tidaklah termasuk perbuatan dosa dan haram. Demikian juga apabila seseorang menindaklanjuti kecintaan ini, manusia untuk sampai pada tujuan legalnya yaitu menikah secara sah dan syar’i lalu ia memohon dan berdoa kepada Allah Swt atau ber-nadzar ...
  • Apakah memakan kepiting hukumnya haram?
    15125 Hukum dan Yurisprudensi
    Di dalam ungkapan-ungkapan fukaha  (ulama ahli fikih) telah dijelaskan tentang kriteria kehalalan daging hewan laut. Mereka berkata: "Apa yang dapat disimpulkan dari riwayat-riwayat adalah bahwa daging hewan-hewan laut itu tidak boleh dimakan alias haram[1] kecuali jenis ikan yang berisisik"
  • Dapatkah Anda jelaskan pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk?
    9118 Al-Quran
    Salah satu penjelasan yang paling terkenal terkait dengan tingkatan-tingkatan sair dan suluk adalah penjelasan yang diungkapkan dalam buku Manthiq al-Thair karya Fariduddin al-Atthar yang menerangkan tingkatan-tingkatan sair dan suluk dalam tujuh tingkatan. Tingkatan-tingkatan dan stasiun-stasiun itu adalah: Thalab (menuntut). Isyq (Cinta) Makrifat (Pengetahuan) Istighna (Merasa kaya) ...
  • Apakah Umar Menghukum Abu Hurairah karena merekayasa hadis?
    24664 Rijal al-Hadits
    Bukhari, Muslim, Dzahabi, Imam Abu Ja’far Iskafi, Muttaqi Hindi dan yang lainnya menukil bahwa Khalifah Kedua Umar bin Khattab mencemeti Abu Hurairah karena menyandarkan beberapa riwayat yang tak berdasar kepada Rasulullah Saw dan melarang keras Abu Hurairah untuk tidak meriwayatkan hadis hingga akhir pemerintahannya.
  • Apa makna dan hakikat sabar itu?
    21711 فضایل اخلاقی
    Sabar dalam bahasa berarti mengurung dan meletakkan jiwa dalam keterbatasan dan kesempitan.[1] Begitu pula sabar memiliki arti menahan diri dari menunjukkan kepanikan dan ketidaktenangan.[2] Dalam ilmu Akhlak, tentang kesabaran banyak makna yang dijelaskan: 1. Sabar adalah mendorong diri untuk melakukan amal ...
  • Apa yang dimaksud bahwa para wali Allah memiliki ilmu terhadap apa yang terjadi, apa yang akan terjadi dan apa yang sedang terjadi?
    17589 Teologi Lama
    Pengetahuan manusia diraih melalui jalan yang beragam. Salah satunya adalah berhubungan dengan alam gaib yang juga memiliki tingkatan yang beragam. Keragaman itu sesuai dengan kondisi,  keluasan ruh, mental dan akal seseorang dan hubungannya dengan sumber Mahapemberi, Allah Swt.Genus manusia sendiri membatasinya untuk meraih pengetahuan melalui jalan ...
  • Apakah pada komunitas Islam terdapat para wanita yang sampai pada tingkatan ijtihad?
    5407 Sejarah Para Pembesar
    Interaksi yang sangat bernilai antara Islam dan ilmu pengetahuan dan adanya kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah untuk menuntut ilmu dan pengetahuan telah memotivasi kaum Muslimah untuk senantiasa menuntut ilmu dan pengetahuan pada masyarakat Islam sehingga pada akhirnya sebagian dari mereka sampai ...

Populer Hits