Advanced Search
Hits
7419
Tanggal Dimuat: 2011/12/28
Ringkasan Pertanyaan
Apabila sebuah tempat seperti komputer, meja, lemari dan sebagainya ternodai najis maka satu-satunya jalan untuk menyucikannya adalah dengan menggunakan air qalil? Namun bagaimana menggunakan air qalil untuk dapat menyucikan barang-barang tersebut?
Pertanyaan
Apabila sebuah tempat seperti komputer, meja, lemari dan sebagainya ternodai najis, tentu kita tidak dapat menarik selang untuk menyucikannya dengan air kurr, maka satu-satunya cara untuk menyucikanyna adalah dengan menggunakan air qalil. Namun bagaimana barang-barang itu disucikan dengan air qalil? Mengingat mengumpulkan air sisahan (ghusala) sangat susah dan sebagian mustahil dapat dilakukan? Apakah harus menggunakan air kurr di tempat yang ternodai najis atau dengan kain dan semisalnya dapat disucikan?
Jawaban Global

Apabila sebuah tempat seperti apa yang disebutkan dalam pertanyaan di atas ternodai najis, maka menyucikannya dengan menggunakan kain tidak mungkin dapat dilakukan. Satu-satunya cara untuk menyucikan barang-barang tersebut adalah dengan mencucinya dan membasuh dengan air (qalil, kurr dan mengalir). [1]

Hal itu dapat dilakukan dengan cara seperti ini ba h wa setelah menyingkirkan benda najis itu sendiri (ain najasah) dengan menggunakan kain atau semisalnya, mencucinya sekali dengan air kurr atau air mengalir telah mencukupi .

Namun d alam menyuci kan tempat itu dengan menggunakan air qalil apabila najis tersebut adalah air seni , maka sekiranya telah dialirkan air qalil di atasnya sekali sehingga najis tersebut terpisah dari tempat tersebut kemudian sekali lagi air dialirkan di atasnya maka barang tersebut akan menjadi suci. [2]

Namun apabila sesuatu ternodai najis dengan selain air seni, apabila benda najisnya telah disingkirkan, kemudian air sekali dialirkan di atasnya dan najis tersebut terpisah darinya, maka tempat itu akan menjadi suci. Meski lebih baik dicuci dua kali apabila menggunakan air qalil. [3]

Benar bahwa apabila tidak memungkinkan mencuci tempat yang ternoda najis, Anda harus, bagaimanapun caranya, menempelkan sesuatu di atasnya sehingga sesuatu tidak terkena najis akibat bersentuhan dengannya. [4] Apabila benda yang bersentuhan dengan tempat najis tersebut juga terkena najis maka cukup benda yan g telah ternodai najis tersebut dicuci. [iQuest]

 

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat beberapa indeks terkait sebagai berikut:

1.      Indeks: Menyucikan Sesuatu Yang Ternodai Najis, Pertanyaan No. 1073 (Site: 1230)

2.      Indeks: Air Ghusala Yang Telah Menjadi Najis, Pertanyaan 11633 (Site: 12563).

3.      Indeks: Menyucikan Lantai Najis dengan Kain Basah, Pertanyaan 3904 (Site: 4184)

 

 



[1] . Karena di antara hal-hal yang mensucikan (muthahhirât) selain air yang telah dijelaskan, hanya sinar matahari yang dapat digunakan sebagai penyuci hal-hal yang telah dimungkinkan itupun dengan syarat-syarat yang disebutkan dalam Risalah-risalah Amaliah (Tuntutan Praktis Fikih), tidak dapat dijadikan sebagai penyuci barang-barang seperti ini. Taudhih al-Mas â il, al-Muhassy â lil Im â m al-Khomeini , jil. 1, hal. 118.

 

[2] . Taudhih al-Mas â il, al-Muhassy â lil Im â m al-Khomeini , jil. 1, hal. 105, Masalah 160.

 

[3] . Ibid , hal. 106, Masalah 162.

 

[4] . Untuk telaah lebih jauh tentang bagaimana sesuatu yang najis menajiskan barang-barang lainnya, silahkan lihat Indeks: Pindahnya Najis dari Sesuatu yang Ternoda Najis, Pertanyaan No. 1769.

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits